Tahun 1449, ketika Copernicus berusia 26 tahun, ia menjadi guru besar ilmu perbintangan (astronomi) di Universitas Roma, Italia. Ia adalah orang yang sangat pandai, yang telah belajar pada 5 universitas ! Dan merupakan seorang pengajar, ahli hukum, dan dokter yang terkemuka.Ia mengajar berdasarkan teori lama dari seorang pengamat bintang Yunani, bernama Ptolemius.
"Seluruh alam semesta mengitari bumi", kata Copernicus kepada murid-muridnya. Sebenarnya teori ini kontradikisi dengan apa yang ada dalam pikiran Copernicus. Ia tidak sependapat dengan teori Ptolemius. Dalam benaknya ia memikirkan...
Mengapa bintang-bintang bergerak pada suatu kecepatan yang berbeda dari matahari dan bulan?
Mengapa beberapa bintang terlihat begitu menakjubkan bertebaran di langit?
Apakah ada suatu kesalahan dala teori Ptolemius?
Akhirnya Copernicus memutuskan tidak mengajar lagi, dan memutuskan untuk menjadi seorang pastur. ia ingin lebih berkonsentrasi kepada astronomi
Copernicus di tempatkan di Fraunberg, desa pegunungan kecil di Polandia. Sebagai pastor ia mengatur pelayanan rohani di gereja, sebagai dokter ia merawat orang-orang yang sakit, ia juga merencanakan sebuah dam yang akan mengalirkan air ke desa dari sungai sepanjang 3 km. Membuat sistem keuangan baru bagi pemerintah Polandia, dan untuk kepentingan gereja, ia membuat sistem penanggalan yang sangat cermat.
Di malam hari ia duduk di atap gereja, dan memperhatikan bintang-bintang yang bergerak melalui sebuah kaca mikroskop (saat itu belum ada telescope), dan mencatat kecepatan pergerakan bintang.
Kemudian ia membuat rumus-rumus matematik untuk menjelaskan apa yang dilihatnya. yang kemudian kita kenal dengan Teori Copernican di bidang astronomi. Ini semua memerlukan waktu 40 tahun ! bago Copernicus untuk menyempurnakan teorinya. Dan akhirnya ia membuktikan bahwa teori Ptolemius salah !
Menurut Copernicus, yang sebenarnya terjadi adalah. Matahari adalah pusat alam semesta, Bumi adalah sebuah planet yang bergerak mengitari matahari. Kata "planet" berasal dari bahasa latin yang berarti "kelana/pengembara" Copernicus menyebut beberapa planet diantaranya: Mercurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Tiga yang lain adalah : Uranus, Neptunus dan Pluto, yang diketemukan di kemudian hari. Ke 9 planet ini membuat suatu sistem dengan nama Tata Surya (Solar System). "Solar" dari bahasa latin yang berarti Matahari.
Hal yang terpenting dalam teori ini adalah : sewaktu bumi mengitari matahari sekali dalam setahun (berevolusi), pada saat yang sama ia juga berputar cepat sekali pada porosnya / sumbunya (berotasi).
Ketika belahan bumi mendekati matahari, terjadilah siang, dan ketika membelakangi matahari terjadilah malam. Perputaran ini membutuhkan waktu 24 jam, yang merupakan lama waktu 1 hari 1 malam.
So...How with the moon?
Dalam hal ini Copernicus setuju dengan teori Ptolemius, bahwa : bulan bergerak mengelilingi bumi, sementara bumi itu sendiri bergerak mengelilingi matahari.
Copernicus menulis sebuah buku yang memuat semua penemuan-penemuannya. Tetapi ia menyimpannya dalam laci meja yang terkunci selama bertahun-tahun....! Ia sadar, bahwa gereja sudah sependapat dengan teori Ptolemius. Dan sebagai seorang pastor, ia tidak boleh menantang ajaran gereja.
Sampai tahun 1543, ketika berusia semakin lanjut dan mendekati saat-saat terakhir hidupnya. Pada waktu itulah ia menerbitkan bukunya yang berjudul " Revolusi Cahaya-Cahaya Malam yang Menakjubkan".
Seorang penerbit bukunya tiba di sisi pembaringannya, hanya beberapa saat sebelum kematian Copernicus. Sejak ia berusia 70 tahun, ia hampir buta dan lumpuh, dan orang pun sangsi apakah ia pernah sempat melihat penerbitan bukunya yang telah dipersiapkannya berpuluh itu. Copernicus tidak pernah tahu persembahannya yang terbesar yang pernah dilakukannya kepada kehidupan. Akan tetapi sampai 150 tahun kemudian, hasil-hasil pemikirannya itu ternyata belum diterima orang secara penuh. Namun saat ini, lebih dari 4 abad sejak kematiannya, ia tetap diakui orang sebagai salah seorang dari pembawa kebenaran di bidang ilmu pengetahuan.




