TRY THIS SEARCH ENGINE

Archimedes (287 - 12 SM)


Kita pasti tiap hari melakukan aktifitas mandi.. kecuali jika anda orang yang tidak hobi mandi.. :-D
Ada dongeng tentang "mandi" yang mengguncangkan ilmu pengetahuan.

Menurut dongeng itu, terjadi sekitar 2300 tahun silam...
di Syracuse (Italy pada saat ini), sebuah kota zaman Yunani kuno. Seorang sarjana Yunani kuno termashur bernama Archimedes, pada suatu hari melangkah masuk ke dalam bak mandi (tempat pemandian umum) yang penuh berisi air. Pada waktu beranjak ia melihat air meluap pada sisi-sisi bak. Tiba-tiba ia mendapatkan ilham....! Ia bangkit dan berteriak dengan spontan...sambil berlari-lari ke rumahnya.. (pastinya ngga lupa pake handuk dulu dunk...:-D)

"Eureka..! Eureka..!" teriaknya.. "Sudah kutemukan..!, Sudah kutemukan..!"

Apa sih yang dia temukan ?
Dia telah menemukan jawaban yang selama ini ada dalam pikirannya, dan merisaukan hatinya ketika dia mandi...

Begini ceritanya....
Raja Yunani, Hiero, memesan sebuah mahkota baru yang dibuat dari emas dan permata, Tapi raja curiga kalau yang di pesannya itu bukanlah dari emas seluruhnya. Raja meminta ahli hukumnya Archimedes untuk menemukan kebenaran dari kecurigaanya tersebut.
Ia memikirkan masalah yang rumit ini, dan ketika ia berada dalam bak mandi, ia mempehatikan bahwa ketinggian air naik saat ia mencelupkan dirinya ke dalam bak mandi. Dengan kata lain berat badannya "berpindah" pada sejumlah air yang ada dalam bak mandi itu.

Kemudian ia melakukan percobaan dengan dengan sejumlah timbangan dan kaleng berisi air, dan mndapat kesimpulan, bahwa "Materi yang berbeda mempunyai bobot yang berbeda dalam air".
Dengan percobaan berikut, sebuah kubus yang terbuat dari 1/2kg emas padat, ternyata lebih kecil dari pada kubus yang terbuat dari 1/2kg perak padat Dan ia menyimpulkan bahwa emas ternyata lebih berat dari perak. Dan Archimedes menemukan, bahwa kubus emas memindahkan air lebih sedikit dari perak.

Dengan prinsip ini, Archimedes menemukan, apakah mahkota raja terbuat dari emas murni atau campuran. Dengan 3 buah kaleng berisi air, dan 3 buah logam lain jenis yang sama beratnya, emas, perak, dan mahkota. Ia menemukan, bahwa mahkota itu memindahkan air lebih banyak dari emas. Sedangkan pada perak, air yang dipindahkan lebih sedikit. Ini menunjukkan bahwa mahkota itu trbuat dri campuran emas dan perak. Dengan pembuktina ini si ahli permata tidak saja kehilangan pekerjaan, tapi juga kehilangan hidupnya.

Sesudah 21 abad yang lalu, hingga sekarang, penemuan Archimedes, yang sekarang di kenal dengan hukm Archimedes, masih di pergunakan dalam berbagai macam perhitungan. Dari jualan di pasar, sampai pembuatan kapal selam, kapal laut, dan lain sebagainya..

Percobaan-percobaannya menghasilkan beberapa ciptaan atau hasil karya, yang sampai saat ini bahkan ada yang masih dipakai. Seperti yang kita kenal dengan Sekrup Archimedes
Sekrup Archimedes merupakan penarik gabus raksasa yang berbentuk spiral, yang dimasukan ke dalam suatu silinder hampa udara. Ketika ujung silinder dimasukan ke dalam air, dan ujung satunya diputar, air akan naik pada suatu ketinggian tertentu. Prinsip alat in masih dipakai sampai saat ini.

Archimedes paling banyak menghabiskan waktunya untuk pekerjaan-pekerjaan yang penting di lapangan matematika. Dan Archimedes membuat kejutan dengan kemampuannya mengukur luas suatu lingkaran. (Pada waktu itu tidak seorangpun mampu mengukur luas lingkaran). Juga perhitungan yang tepat tentang luas dan lengkung bola yang menghasilkan Pi (22/7 atau 3,14) sebagai angka mutlak. Ia juga menulis beberapa buku yang sampai saat ini masih kita kenal dalam pelajaran geometri di sekolah. Seperti bentuk-bentuk : spiral, parabola, silinder, kerucut, dan sebagianya.

Bukunya mengenai pengukuran luas dan isi dari silinder merupakan karya yang menakjubkan ! Ia sendiri menilai karya tersebut sebagi hasil karyanya yang paling mengesankan. Bahkan sebagai rasa bangga ia meminta teman-temannya untuk menandai batu nisannya dengan batu sebuah bulatan silinder.

Tahun 212 SM. orang-orang Romawi berhasil menaklukan kota Syracuse, dimana Archimedes dengan gigihnya telah mempertahankan kota tersebut dengan mesin-mesin perang ciptaannya seperti Trabuchet.
Marcellus, salah seorang jenderal Romawi memerintahkan agar orang-orang seperti Archimedes tidak boleh disiksa. Tapi malang... seorang prajurit yang sedang mabuk membnuh Archimedes ketika ia sedang merenungkn masalah matematika yang dihadapinya...! Suatu kematan yang tragis dari seorang ahli pikir dunia yang termashur !
Reblog this post [with Zemanta]

Add to Technorati Favorites Science Blogs - Blog Catalog Blog Directory Join My Community at MyBloglog!

I heart FeedBurner